Thursday, January 8, 2015

Juknis BOS 2015 Dirilis

Juknis BOS 2015 Dirilis

Jakarta, Kemendikbud --- Tertanggal 11 Desember 2014, petunjuk teknis (Juknis) penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dana bantuan operasional sekolah tahun anggaran 2015 dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Juknis yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 161 Tahun 2014 ini  telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly sejak 23 Desember 2014.

Juknis yang terdiri dari 126 halaman ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota dan satuan pendidikan dalam merencanakan, menggunakan, dan mempertanggungjawabkan dana BOS. Dengan adanya juknis ini diharapkan penggunaan dana BOS tepat sasaran dalam mendukung penyelenggaraan wajib belajar 9 tahun secara efektif dan efisien. Selain itu, pertanggungjawaban keuangan dana BOS dilaksanakan dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu, serta terhindar dari penyimpangan.

Dana BOS diberikan kepada semua SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SD-SMP Satap/SMPT negeri bertujuan agar peserta didik di sekolah-sekolah tersebut terbebas dari pungutan yang berkaitan dengan biaya operasi sekolah. Dan khusus peserta didik miskin, dengan dana BOS ini dibebaskan dari pungutan dalam bentuk apapun baik di sekolah negeri maupun swasta.

Adapun sasaran program BOS adalah semua sekolah SD/SDLB, SMP/SMPLB/SMPT, dan SD-SMP Satu Atap, baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia yang sudah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan sudah terdata dalam system Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Jumlah dana BOS yang ditetapkan untuk setiap peserta didik SD adalah Rp800.000 untuk per tahun, untuk peserta didik SMP Rp1.000.000 per tahun, bagi sekolah dengan minimum peserta didik 60 orang.

Bagi sekolah setingkat SD dan SMP dengan jumlah peserta didik kurang dari 60 akan diberikan dana BOS sebanyak 60 peserta didik. Kebijakan ini dimaksudkan agar sekolah kecil yang berada di daerah terpencil/terisolir atau di daerah tertentu yang keberadaannya sangat diperlukan masyarakat, tetap dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik. Untuk mengunduh juknis tersebut bisa klik di sini. (Aline Rogeleonick/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)
Karena Berbagi itu Indah



Jakarta, Kemendikbud --- Tertanggal 11 Desember 2014, petunjuk teknis (Juknis) penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dana bantuan operasional sekolah tahun anggaran 2015 dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Juknis yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 161 Tahun 2014 ini telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly sejak 23 Desember 2014.
Juknis yang terdiri dari 126 halaman ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota dan satuan pendidikan dalam merencanakan, menggunakan, dan mempertanggungjawabkan dana BOS. Dengan adanya juknis ini diharapkan penggunaan dana BOS tepat sasaran dalam mendukung penyelenggaraan wajib belajar 9 tahun secara efektif dan efisien. Selain itu, pertanggungjawaban keuangan dana BOS dilaksanakan dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu, serta terhindar dari penyimpangan.
Dana BOS diberikan kepada semua SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SD-SMP Satap/SMPT negeri bertujuan agar peserta didik di sekolah-sekolah tersebut terbebas dari pungutan yang berkaitan dengan biaya operasi sekolah. Dan khusus peserta didik miskin, dengan dana BOS ini dibebaskan dari pungutan dalam bentuk apapun baik di sekolah negeri maupun swasta.
Adapun sasaran program BOS adalah semua sekolah SD/SDLB, SMP/SMPLB/SMPT, dan SD-SMP Satu Atap, baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia yang sudah memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan sudah terdata dalam system Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Jumlah dana BOS yang ditetapkan untuk setiap peserta didik SD adalah Rp800.000 untuk per tahun, untuk peserta didik SMP Rp1.000.000 per tahun, bagi sekolah dengan minimum peserta didik 60 orang.
Bagi sekolah setingkat SD dan SMP dengan jumlah peserta didik kurang dari 60 akan diberikan dana BOS sebanyak 60 peserta didik. Kebijakan ini dimaksudkan agar sekolah kecil yang berada di daerah terpencil/terisolir atau di daerah tertentu yang keberadaannya sangat diperlukan masyarakat, tetap dapat menyelenggarakan pendidikan dengan baik. Untuk mengunduh juknis tersebut bisa klik di sini. (Aline Rogeleonick/sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

Sumber: Facebook resmi Kemdikbud RI

Begini Cara Termudah Menelan Obat



Karena Berbagi itu Indah

Menelan obat sering jadi masalah bagi banyak orang. Terkadang, obat tidak bisa langsung masuk ke kerongkongan meski sudah didorong dengan segelas air, atau obat meninggalkan rasa pahit di lidah.

Kesulitan menelan obat juga dialami oleh orang yang menderita penyakit tertentu, misalnya pasien pascastroke, pasien Parkinson, atau multiple sclerosis. Akibatnya, banyak yang tidak menghabiskan obat yang sudah diresepkan.

Tim peneliti dari Jerman menemukan metode paling efektif untuk membantu orang-orang yang kesulitan menelan obat. Dr.Walter Haefeli yang memimpin studi ini mengatakan, kemudahan menelan obat akan membantu pasien menaati pengobatan yang diberikan dokter.

Haefeli menemukan, untuk obat jenis pil, cara paling mudah adalah menelannya dengan bantuan air 20 ml (sekitar satu sendok teh).

Penelitian itu melibatkan 151 orang dewasa yang diberikan bermacam-macam jenis obat plasebo (tak ada zat aktifnya). Ternyata mereka yang menelan pil dengan teknik yang disarankan tersebut mengaku lebih gampang menelan.

Sementara itu untuk obat jenis tablet, metode "botol pop" adalah yang paling efektif. Caranya, tablet diletakkan di lidah, kondisi bibir rapat dengan permukaan mulut botol, lalu tablet ditelan dalam gerakan hisap cepat.

Bagaimana dengan obat jenis kapsul? Gunakan teknik "bersandar ke depan". Caranya, kapsul ditelan dengan posisi kepala agak menunduk.

Para responden dalam penelitian ini mengatakan, metode menelan "botol pop" meningkatkan kemudahan menelan sampai 60 persen, sedangkan metode "bersandar ke depan" meningkatkan kemudahan sampai 88 persen.

"Kedua teknik tersebut dianggap efektif oleh para partisipan studi dan mereka mengatakan tidak ada kesulitan dalam menelan obat," katanya.

Ia menambahkan, metode yang dipilih tergantung pada bentuk obat. "Kapsul, dengan kepadatan lebih rendah dari air, akan berenang di mulut sehingga posisi kepala sangat penting," katanya.

Sebaliknya dengan tablet, yang tingkat kepadatannya lebih tinggi dari air, sangat penting fokus untuk mendorong obat masuk ke kerongkongan.

Sumber: Kompas.com

Hilangkan Stres dengan Berpelukan

Karena Berbagi itu Indah

Berpelukan dengan orang-orang terdekat mungkin terlihat sebagai ungkapan kasih sayang sederhana. Lebih dari itu, berpelukan ternyata dipercaya dapat meredakan stres dan mencegah infeksi.
Para ilmuwan mengungkapkan bahwa berpelukan baik untuk kesehatan. Menurut mereka, berpelukan atau mendekap seseorang mampu mengurangi gejala suatu penyakit. Semakin sering berpelukan, semakin besar pula efeknya bagi kesehatan.
Para peneliti dari Universitas Carnegie Mellon di Amerika Serikat meneliti efek berpelukan terhadap 400 orang. Orang-orang tersebut ditanyai seputar masalah pribadi dan bentuk dukungan yang mereka terima.
Hasilnya, mereka yang mendapat dukungan dari keluarga maupun kerabat dapat mengurangi rasa stres. Berpelukan dapat membuat seseorang merasa dilindungi dan mendapat dukungan agar kuat menghadapi suatu masalah.
Profesor Psikologi Sheldon Cohen mengatakan, penelitian itu menunjukkan bahwa berpelukan memang merupakan cara yang efektif untuk menyampaikan dukungan.
"Meningkatkan frekuensi pelukan mungkin merupakan cara yang efektif untuk mengurangi efek buruk dari stres," ujar Sholden.
Menurut Sholden, saat berpelukan terjadi kontak fisik yang menunjukkan kedekatan seseorang. Sholden mengatakan, orang-orang yang memiliki masalah dan stres akan lebih mudah terserang penyakit. Dengan demikian, berpelukan juga mencegah seseorang terserang penyakit.
Saat berpelukan, terjadi pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh yang membuat seseorang menjadi lebih rileks dan membuat sistem kekebalan tubuh lebih baik.

Sumber: Kompas.com

Cara Termudah Cegah Penularan Batuk Pilek

Karena Berbagi itu Indah

Ternyata cara mencegah selesma, atau kita biasa menyebutnya batuk pilek, sederhana saja. Tutupi hidung agar tetap sehat di cuaca yang cenderung dingin belakangan ini.

Para ilmuwan percaya bahwa batuk dan bersin bukan disebabkan oleh penurunan suhu udara. Penyebab selesma, batuk dan bersin adalah reaksi tubuh kita terhadap udara dingin. Virus jadi lebih mudah tersebar ketika banyak orang tinggal di dalam ruangan yang sesak.
Peneliti dari Amerika Serikat melihat bagaimana rhinovirus, kuman penyebab selesma paling umum, berkembang dan menggandakan diri dalam sel-sel pada berbagai suhu udara. Terlihat di situ kuman paling mudah berkembang biak pada suhu 33 derajat Celcius, jenis suhu yang khas ditemukan di dalam hidung daripada suhu 37 derajat Celcius yang di dalam tubuh kita.
Mereka juga menemukan kemampuan awal respon kekebalan tubuh kita terhadap selesma tidak bekerja dengan baik pada suhu 33 derajat itu. Artinya, saat itu virus dibiarkan merajalela.
Dalam eksperimen yang dibeberkan dalam proceedings di jurnal National Academy of Sciences tersebut, percobaan dilakukan pada sel-sel tikus. Ilmuwan dari Yale University mengatakan hasil penelitian tersebut relevan juga pada manusia, termasuk satu dari lima yang membawa rhinovirus pada hidung.
Kekebalan tubuh kita bisa mengendalikan virus tersebut selama musim panas. Tetapi ketika suhu turun, kekebalan tubuh melemah lalu terjadilah penyakit pilek.
Juru bicara penelitian tersebut mengatakan,"Riset ini membenarkan kepercayaan lama yang mengatakan kita harus tetap menghangatkan diri dan bahkan menutupi hidung agar terhindar dari flu dan pilek."
Ahli selesma terkemuka dari Inggirs Ron Eccles menyarankan mereka yang ingin menghindari flu agar membungkus hidup dengan syal ketika keluar rumah di musim dingin. "Selama musim dingin kita selalu memakai mantel tetapi nyaris tak pernah menutupi hidung. Saya merekomendasikan syal penutup hidung untuk menghangatkan diri di musim dingin," katanya.

Sumber: Kompas.com

Tuesday, December 16, 2014

Alasan Ilmiah Kenapa Pria Tak Boleh Memakai Emas!



Inilah alasan ilmiah mengapa pria tidak boleh memakai emas
Pria yang memakai gelang emas


Karena Berbagi itu Inda

Emas merupakan salah satu perhiasan yang banyak disukai oleh para wanita. Emas terbuat dari bahan pertambangan. Emas banyak digunakan kaum wanita, karena wanita ingin selalu tampil lebih cantik dan anggun menggunakan emas. Selain wanita banyak sekali akhir-akhir ini para pria juga ikut ikutan menggunakan perhiasan emas ini. Para pria menggunakan emas kerena ingin tampil layaknya orang kaya. Namun apakah boleh kaum pria menggunakan emas ? 

Jika menurut islam emas sebenarnya tidak boleh digunakan oelh kaum pria. Karena emas itu hanya untuk kaum wanita saja, seperti kata nabi Muhammad SAW dalam suatu hadist dituliskan " Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria”. (HR. An Nasai dan Ahmad).
Selain hadist nabi telah mengatakan demikian, larangan penggunaan emas untuk pria juga dapat dijelaskan secara ilmiah. Emas mengandung suatu senyawa atom yang mampu menembus kulit terdalam. Jika para pria menggunakan emas ini dalam jangka waktu yang panjang atau cukup lama maka atom emas tersebut dapat masuk ke peredaran darah mereka. Bukan hanya itu urin mereka pun juga akan ikut tercemar oleh atom emas berukuran kecil ini. Penyabaran atom emas dalam tubuh ini dikenal dalam dunia kedokteran dengan nama migrasi emas. Dan jika hal itu terjadi maka akan menyebabkan penyakit alzheimer.

Penyakit alzheimer atau zheimer merupakan penyakit yang menyebabkan kaum pria kehilangan mental dan fisiknya sehingga dia akan kembali ke masa kanak kanaknya. Alzheimer ini bukanlah tanda penuaan alami namun merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.

Emas diperbolehkan dikenakan oleh para wanita karena atom yanng berukuran kecil pada emas mampu dibuang ketika wanita tersebut melakukan menstruasi setiap bulanya. Sedangkan disisi lain pria tidak diperbolehkan menggunakan karena kandungan atom emas ini tidak mampu dibuang dalam tubuhnya melalui menstruasi.

Sebenarnya Islam telah melarang kaum pria untuk tidak menggunakan emas, karena islam itu sebenarnya memberikan kita yang terbaik dan islam itu sebenarnya sayang terhadap kita. islam memberikan jalan terbaik untuk kita agar tidak terkena penyakit tersebut. Akan tetapi kita malah melanggarnya. Mungkin kita hanya akan mendapatkan penyesalan. Sebelum penyesalan itu datang jangan menyia-yiakan hidup. Karena hidup kita ini hanya sementara dan hanya satu kali.

Jadi, untuk para pria sebaiknya anda jangan menggunakan emas lebih baik anda berikan emas tersebut kepada wanita yang anda sayang. Karena kita akan lebih bahagia ketika kita dapat berbagi dan kita bisa membuat orang lain merasa bahagia. Jika anda ingin menggunakan perhiasan lebih baik anda menggunakan perak saja karena akan lebih aman.
Demikian alasan ilmiah mengapa pria tidak boleh memakai emas. Semoga bermanfaat.
 
Sumber: dream.co.id

Besar Gaji Honorer Akan Segera Ditetapkan Pemerintah

 
 
Karena Berbagi itu Indah
  
 
Pemerintah akan segera mengatur dan menetapkan penghasilan  untuk honorer. Hal ini disampaikan oleh Kemendikbudasmen Anies Baswedan pada saat upacara peringatan Hari Guru Nasional.
Hal ini disebabkan karena upah yang diterima oleh tenaga honorer sangatlah kecil. Dan bahkan lebih rendah dari UMR.
Untuk memuluskan langkah tersebut, pihak Kemendikbuddasmen telah melakukan pembicaraan dengan Menpan. Anies mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya memberi inisiatif, namun keputusan tetap harus dikaji bersama dengan MenpanRB, Yuddy Chrisnandi, dan Presiden H. Joko Widodo.
Anies juga bahwa  mengungkapkan urusan rekrutmen guru bukanlah wewenang Kemdikbud. Proses rekrutmen guru saat ini dilakukan bersamaan dengan rekrutmen PNS oleh KemenPANRB, sedangkan pengelolaan guru ditangani oleh pemerintah daerah. Anies juga menambahkan besar yang akan ditetapkan sebagai penghasilan minimum guru honorer masih dalam pembahasan. Beliau  juga belum bisa menentukan pihak mana yang wajib membayar penghasilan minimum untuk guru honor tersebut, apakah akan diambil dari anggaran pemerintah daerah atau pusat.

diteruskan oleh: infokepegawaian.blogspot.com

Sunday, December 14, 2014

Kemdikbud: Pendidikan Kunci Utama Memajukan Perekonomian



Kerena berbagi itu Indah


Bandung, Kemendikbud --- Pendidikan merupakan kunci utama untuk memajukan perekonomian suatu bangsa. Hal ini diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Seminar Nasional ASEAN Economic Comunity 2015 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pada Jumat (12/12/2014).
Mendikbud menyampaikan bagaimana persaingan ekonomi dunia dan tantangan yang dimiliki bangsa Indonesia ke depan sesuai dengan perubahan yang telah terjadi di dunia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan pilar penting perdagangan dunia.
”Bentangan garis perekonomian yang luar biasa besar dan sangat mendasar adalah bentangan dari barat ke timur yaitu dari Maroko sampai Maluku”, tutur Mendkibud dalam seminar yang bertema Lust or Trust ini.
Rektor UPI Sunarya Kartadinata mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah respon dari masyarakat kampus untuk melihat bahwa proses pendidikan adalah sesuatu yang harus berinteraksi dan bertransaksi dengan dunia luar. Oleh karena itu, pendidikan harus menyiapkan generasi muda bangsa Indonesia menjadi warga yang turut berperan aktif di dunia.
“Dalam mendidik calon guru, pengajar tidak hanya membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir tetapi juga bagaimana membangun para anak muda bangsa untuk mampu serta memiliki kecakapan berkolaborasi membangun dengan bangsa-bangsa lain di dunia” ungkap Sunarya dalam sambutannya. (Dennis Sugianto)

Sumber: Kemdikbud